Posts

Showing posts with the label as

Israel Abaikan Peringatan AS Untuk Tidak Serang Iran

Tel Aviv, Pejabat-pejabat pemerintah Amerika Serikat dan Rusia telah mengingatkan Israel untuk tidak melancarkan serangan atas fasilitas nuklir Iran. Namun pemerintah Israel tak menghiraukan peringatan tersebut. Ditegaskan bahwa keputusan soal itu bukan urusan negara-negara lain. Penegasan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Avigdor Lieberman seperti dilansir media Press TV, Kamis (1/3/2012). Sejumlah pejabat AS dan Rusia telah mengingatkan soal konsekuensi besar yang akan terjadi jika Israel menyerang Iran terkait program nuklirnya. "Keamanan warga negara Israel, masa depan Israel adalah tanggung jawab pemerintah Israel," cetus Lieberman dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 2. Pejabat-pejabat Israel belakangan ini kian gencar dengan retorika perang mereka. Negara Yahudi itu mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika sanksi-sanksi yang dijatuhkan terhadap negara republik Islam itu gagal membuatnya menghentikan program nuklirnya. S...

AS Ancam Isolasi Rusia

AMERIKA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleezza Rice memperingatkan Rusia akan ancaman isolasi dunia internasional. Hal ini terkait penolakan negara beruang merah itu untuk menghentikan perang dengan Georgia. "Saya harus mengatakan dan melaporkan tanggapan dari Rusia sangat tidak memberikan harapan untuk menghentikan perang, sesuai janji yang sudah mereka lontarkan," kata Condoleezza seperti dikutip AFP, Kamis (14/8/2008). "Kebijakan itu hanya untuk membuat semakin kuatnya semangat mengisolasi Rusia karena tetap bergerak perang," tambah Condoleezza. Saat ini Condoleezza juga sedang dalam perjalanan menuju Prancis dan Georgia untuk mendukung Sarkozy mengupayakan perdamaian antara Georgia dan Rusia. "Rusia harus mengakhiri operasi militernya," ujar Condoleezza. Pasukan Rusia dan beberapa pasukan dari Abkhazia dan Ossetia Selatan merampas dan membakar rumah-rumah di Georgia. Hal ini dianggap sebagai tindakan pelanggaran perjanjian perdamaian peran...

Obama: Tak Benar AS Menang di Irak

Image
WASHINGTON - Kandidat presiden Partai Demokrat Barrack Obama membantah pernyataan John McCain bahwa Amerika dianggap menang dalam perang Irak. Bahkan Obama mengkritik bahwa langkah untuk menginvasi Irak merupakan kebijakan yang salah. Menurutnya AS telah gagal mengantisipasi konflik antar keyakinan di Irak, dan membuat pertumpahan darah terus terjadi. "Saat perang dimulai, Anda (McCain) mengatakan perang ini akan cepat selesai dan mudah. Anda juga mengatakan tahu di mana posisi senjata pemusnah masal Irak, ternyata Anda salah. Anda juga mengatakan bahwa AS akan menjadi bangsa besar yang membebaskan, ternyata Anda juga salah ," tegas Obama kepada McCain dalam debat putaran pertama seperti dikutip CNN , Sabtu (27/9/2008). Obama juga mengkritik kebijakan McCain yang berfikiran seperti seorang ditaktor. "Anda tidak akan bisa menjadi super power di abad 21 jika di abad 20 saja dikenal sebagai diktator," ungkap Obama. Ini terkait langkah AS yang kerap menggunakan kekuata...